Selasa, 5 Juni 2018
11.20
Hari ini melaporkan bumi masih berputar seperti biasanya dan matahari masih semangat untuk memancarkan cahayanya. Langit pun tak kalah bahagianya membentangkan warna biru cerah yang menyilaukan mata bila ingin melihat keindahannya. Di hari yang secerah ini, aku terus berfikir mengapa semua bisa berjalan seakan seperti biasanya. Seakan seperti tidak ada hal yang terjadi. Padahal hari ini merupakan hari paling hancur dalam hidupku hahaha
Gue bangun tidur dengan perasaan "kemarin cuma mimpi kah?". Masih belum percaya tentang kejadian kemarin sampe gue buka hape dan baca chat-chat yang masuk. Apalagi baca chat terakhir dari nyokap gue. Orang pertama yang bilang "mama ga akan ninggalin fira" dan kini menjadi orang yang paling pertama ninggalin gue cuma demi keegoisan nya dia doang. Dulu gue selalu bertanya-tanya "apa beratnya sih ditinggal cerai orang tua trs mereka nikah dan milih jalan hidup masing-masing? Toh mereka masih hidup, setidaknya masih bisa kamu liat di bumi ini". Tapi enggak, ternyata emang berat bgt. Bukan karena dia masih hidup atau dia sudah tidak lagi tinggal di satu atap yang sama denganmu, tapi karena kamu tidak bisa membayangkan dengan siapa dia pergi dan karna apa dia meninggalkan mu sendiri.
Senin, 11 Juni 2018
23.34
Satu minggu setelah hari bahagia mereka (yang sudah jelas tidak akan pernah ku sebut lagi namanya).
Hari ini aku menyadari sesuatu. Menyadari bahwa sebenarnya tidak ada orang yang benar-benar peduli padamu. Tidak ada orang yang benar-benar menanyakanmu dan memikirkanmu. Pada malam ini, Tuhan memberiku kesempatan untuk mengerti bahwa di dunia ini semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing, perasaannya masing-masing, kehidupannya masing-masing. Menghubungi sekedar basa-basi atau mencurahkan isi hati. Tidak benar-benar menanyakan keadaanmu dan mendengarkan keluhanmu. Dalam setiap harinya ku lalui dengan wajah yang tersenyum seakan dunia sedang berada di ambang kebahagiaan hidupku. Dalam setiap harinya ku selipkan tawa yang mengelabui tangis. Dalam setiap harinya ku selipkan canda yang mengelabui kecewa. Tak ada satupun yang curiga. Tak ada satupun yang bertanya atau bahkan sekedar basa basi.
Sampai akhirnya ku temukan seseorang.
Seseorang yang kutemukan ini bukanlah orang yang sempurna tapi dia spesial (lebih spesial dari nasi goreng pake telor), bukanlah orang yang menganggapku sempurna sampai memuja-muja diriku. Bukanlah orang yang melihat hanya kelebihan ku saja. Dia orang yang berbeda. Entah dia menyadari semua tawa dan canda ku atau tidak, tetapi dia mencoba membuatku melupakan sejenak dan mengganti semua tawa dan canda ku menjadi nyata. Yang tetap membuatku untuk berusaha berpijak di bumi yang berputar tanpa perduli dengan keadaan seisinya. Memberikan kekuatan bahkan dorongan. Memberikan lebih dari sekedar semangat tetapi keberanian untuk menghadapi hari esok. Memberikan semua omong kosong mengenai hidup, kenyataan serta masa depan yang ada. Segala omong kosong yang mulai ku anggap serius dan kudengarkan dengan seksama. Tapi aku suka. Dan akan selalu suka dengan semua yang dia lakukan padaku. Bahkan sampai detik ini.
Terimakasih, Yan:)