Dear mama,
162 hari tanpa kehadiran mu membuat ku tersadar, bahwa apapun kesalahan mu pada saat itu, tetap aku memilih kehadiran mu yang nyata di dunia ini. Atau di dunia ku lebih tepatnya.
Entah berapa malam aku menghitung dan mencari celah di mana letak semua nya berawal, dan di mana seharusnya aku ikut campur dan berhenti menyalahkan mu atas semua keadaan yang ada.
Apa seharusnya aku saat itu tidak pura-pura tidak mendengar tangismu?
Apa seharusnya aku tidak membiarkan mu pergi?
Atau malah seharusnya dari awal aku yang tidak pergi meninggalkan mu sendiri di kegelapan malam?
Kini sadar, menangisi mu tiap malam jauh lebih melelahkan dibanding memaki keadaan 'kita' pada saat itu. Merindukan mu di setiap detiknya jauh lebih menyesakkan dibanding menyalahkan mu di setiap kesempatan yang ada.
Di balik semua kesalahan yang telah kita perbuat, dan perbincangan ringan yang setiap malam kita lontarkan, aku selalu sayang dan selalu meminta maaf serta memaafkan.
Sampai bertemu di ujung waktu.
dari aku yang selalu menyayangimu
fira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar